5 Jari Tangan dan Kegunaan masing-masing untuk Berdoa

Posted by d4koch4n | Posted in Share | Posted on 25-07-2010

0

1. Ibu jari adalah jari Anda yang terdekat dengan Anda. Jadi, mulailah berdoa untuk orang-orang terdekat Anda. Mereka adalah yang paling mudah untuk diingat. Berdoa untuk orang yang kita cintai, CS Lewis pernah mengatakan, “tugas yang menyenangkan”.

2. Jari berikutnya adalah jari untuk menunjuk. Berdoalah untuk mereka yang mengajar, menginstruksikan dan menyembuhkan. Ini termasuk guru, dokter, dan para hamba Tuhan. Mereka membutuhkan dukungan dan hikmat dalam mengarahkan orang lain ke arah yang benar. Tetap doakan mereka.

3. Jari berikutnya adalah jari tertinggi. Hal ini mengingatkan kita pada para pemimpin kita. Berdoalah untuk presiden, pemimpin dalam bisnis dan industri, dan administrator. Orang-orang ini membentuk bangsa kita dan membimbing opini publik. Mereka membutuhkan bimbingan Allah.

4. Jari keempat adalah jari manis. Hal yang mengejutkan adalah kenyataan bahwa ini adalah jari kita yang paling lemah. Seharusnya hal ini mengingatkan kita untuk berdoa bagi mereka yang lemah, dalam kesulitan atau kesakitan. Mereka membutuhkan doa siang dan malam.

5. Dan terakhir jari terkecil kita. Yang mana kita harus menempatkan diri dalam hubungan dengan Tuhan dan lain-lain. Seperti Alkitab mengatakan, “Yang terkecil akan menjadi terbesar di antara kamu.” Kelingking Anda harus mengingatkan Anda untuk berdoa bagi diri Anda sendiri.

Pada saat Anda telah berdoa untuk empat kelompok lain, kebutuhan Anda sendiri akan dimasukkan ke dalam perspektif yang benar dan Anda akan dapat berdoa bagi diri Anda lebih efektif.

Biji Sesawi

Posted by d4koch4n | Posted in Benda Alkitab | Posted on 25-07-2010

0

Sering kita mendengar pewartaan Kitab Suci tentang biji sesawi. Dalam Injil Matius 13:31 dikisahkan perumpamaan Yesus, “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.” Kita jadi bertanya-tanya: Seperti apakah biji sesawi itu? Di bawah ini kita bisa melihat biji sesawi kuning:

Biji sesawi dapat berasal dari tiga jenis tanaman yang berbeda: biji sesawi hitam (nigra), biji sesawi Indian berwarna coklat (juncea), dan biji sesawi putih atau kuning (hirta / sinapis alba). Diameter biji sesawi kurang lebih 1 milimeter. Apabila biji-biji itu ditempatkan dalam botol, maka kita dapat memperkirakan seberapa besarnya:

Biji sesawi biasa dipakai sebagai bahan penyedap makanan. Di bagian benua Indian, biji sesawi bahkan langsung digoreng pada minyak; biji-biji itu cepat masak dalam minyak dan meletus menebarkan aroma dan rasa sedap pada minyak. Biji sesawi mengandung pelbagai macam vitamin: A, Thiamin (B1), Riboflavin (Vit. B2), Niacin (Vit. B3), B6, Folate (Vit. B9), B12, C, E, K; juga mengandung protein, energi, karbohidrat, lemak, kalsium, zat besi, magnesium, phosphorus, potassium, sodium, zinc, dll.

Dalam Matius 13:32, Yesus bersabda, “Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.” Memang, meski biji sesawi itu sangat kecil sekali ukurannya, namun, jika biji itu bertunas dan bertumbuh, ia akan menjadi sebuah pohon yang besar. Di bawah ini kita bisa melihat pohon sesawi:

Lagi, dalam Matius 17:20, Yesus bersabda kepada kita, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.”

Sumber: